20101109

Klise Pagi

Lelaki itu sudah tak pernah mencium kening ibuku ketika berangkat ke kantor…
Menyambut tangan anak perempuan pertamanya dan begitu saja.
Kenapa?
Geregetan aku melihatnya. Jahat amat…
Tidak pikirkan perasaan ibu saya ya?

(Eh,aku masih punya kata-kata magic rupanya…)

Menghentikan langkahnya, lelaki itu kembali dan meraih tangan serta kening istrinya.
Cup…. Auw ciuman mesra mendarat dari bibirnya.
Nah, begitu donk, semoga sebentar kehadiran saya bisa jadi pengantar mereka membiasakan kejadian indah pagi ini kembali.


20101107

MERAPI & TSUNAMI (ketika yang terjadi memang harus terjadi)


MERAPI & TSUNAMI
(ketika yang terjadi memang harus terjadi)


                                                                                  gambar: minjem mbah google

Pertama aku kira iklan film baru, tampilan eksotis wajah bertopeng kelabu sebagai simbol korban merapi.

Ya Allah ya Rabb.....ya Rahman Ya rahim....
Ternyata itu nyata.
Ketika yang terjadi memang harus terjadi.
Wajah-wajah tua, kerutan yang terseka air mata, ketakukannya, perihnya, sakitnya…
Kau ciptakan dari apa Ya Tuhan, hati mereka?
Hingga kuat menghadapi kuasamu melalui amarah bumi.
Dan ketika pijakan kakiku melangkah, bahkan tuk menatap saja aku tak kuasa, ingin kuulurkan tangan ini biar redakan bebannya.

**

20101029

" 687000,521 "



 
Dan pada akhirnya aku pun bingung membelanjakan gaji pertama selama 10 hari.
Kalau dihitung-hitung…sedikit sih
,,,kalau dibayangkan, sebanyak itu juga nggak akan aku dapatkan kalau diam saja.

AAArrgghh, sudah..bukan waktunya kembali jadi gadis yang tak pandai bersyukur. Yang penting bagaimana ya mempersembahkan gaji pertamaku dengan indah:)

Pusing Bingung Strees.!!
Dari planning beli baju buat pa, ma, kak, sekedar traktir …sampai mau nekat ambil pembantu buat bantuin mama di rumah.

:'( Sebenernya..
Frankly speaking…
Bin honestly…
Pengennya kasih amplopan buat mamooo, apa lagi kata om ku yang suka nagkring di GENTENG, wanita itu paling suka diberi yang seperti itu..hyahaaa
Gimana –gimana juga yummiiiiii banget aku ngebayanginnya:)

Kata ”TEGAR” sama dengan RAPUH (untuk saya)

                                                                                                 Gambar: jepretan sendiri
                                                                                                                                                "selonjoran kaki yang lelah"
 

Cuma wanita biasa…

yang akan terus pulang malam menapakkan kaki beralas sepatu kelabu di aspal jalan raya…
Berteman dengan kelam dan dipeluk udara.
Nyaman…. Terkadang ditemani suara sang bunda dari kejauhan yang kan beranjak tidur setelah mendengar kabar kepulangan anaknya.
Hingga sampai di kamar 3 x 4 nanti, siapkan hati dan pikiran tuk songsong esok hari yang sendiri.

Dan ketika kata TEGAR itu menyapa lagi….
Saya selalu menoleh pada lelaki saya, diri saya, dan sepasang orang tua nan jauh di sana..
Sebenarnya untuk apa yang sudah saya lakukan selama ini?

Tapi kenapa tetap bersemayam pada ketegaran ini?
Kenapa masih mau menyandang kuatnya hati seperti ini?
Jangan berkata TEGAR lagi

20100826

Menjadi Tua

                                                                                            Gambar : pinjem mbah google

Kegiatan saya di tiap pagi yang akhir- akhir ini selalu diawali dengan menunggu angkot di waktu layar hp tertulis angka 6, selalu membuat hati dan rasa jadi haru.
Dalam perjalanan menuju tempat di mana saya dituntut menjadi pribadi yang lain ini terasa berharga.
Selalu bertemu dengan orang yang berbeda dan berbagai ekspresi,,,,,memang menyenangkan.

Ada yang menggunakan kostum tidak selaras dari ujung rambut hingga ujung kakinya, membawa tampah berisi sayuran (hum sepertinya beliau dari pasar dengan istilah ’kulakan’ yang nantinya akan dijual di rumahnya).
Ada yang sekedar memakai daster, tertatih membawa buntalan kresek yang amat sangat besar dan membawa payung. Ada yang membawa pikulan sekeranjang buah semangka.
Ada yang memakai batik, hendak pergi ke kantor/ ke Taspen. Ada yang tampak sekedar jalan-jalan.
Yang hampir semuanya di dalam angkutan itu berusia lebih tua dari pada saya, mungkin sepadan dengan orang tua saya...bahkan lebih.

Lalu, di mana anaknya?
Di mana saudaranya?
Mengapa mereka membiarkan para orang tua tersebut berpergian sendiri?
Naik angkutan, tergopoh-gopoh dan nampak keberatan membawa barang bawaan..

Tertatih-tatih saat hendak melangkahkan kaki memasuki dan keluar angkutan.
Kemana mereka? Anak-anaknya...
Ataukah memang para orang tua tersebut merupakan beberapa diantara yang bertipe tidak suka merepotkan orang lain?
Semua manusia nantinya akan menjadi tua, seperti mereka, seperti ayah saya yang pada jam-jam sekarang sedang bersiap untuk pergi ke kantor dan ibu saya yang sekarang sedang di rumah.
Ya,, nantinya akan menjadi seperti mereka juga..

Termasuk saya..kita...kalian....
Yang saat ini masih dengan tegaknya berdiri dan dengan kencangnya menebar senyum penuh pesona.

Tua yang bagaimana nantinya?
Mungkin tak jauh beda dengan perlakuan kita pada orang tua kita saat ini.

20100810

Akar karang, Daun sunyi


                                                                                                          Gambar: minjem dari mbah google

Marhaban Yaa Ramadhan….
hangat sinarMu menyengat kulitku
Seiring rasa menyambut suka...
damai hati iringi jiwa

Hanya itu harapan diri..

..tapi belum ada...
Sunyi senyap tanpa kata
 enggan sibakkan kecewa

Membelai rasa,
Bangunkan asa,
 Abaikan manja,
Diam masih melunglai...rebahkan diri..mendiamkan hati...

Sayup ingatan dalam diri akan doa MalaikatMu yang teruntai
“Malaikat Jibril berdo’a agar Tuhan mengabaikan puasa umat Muhammad jika sebelum memasuki bulan ramadhan belum meminta maaf kepada kedua orang tua, berma’afan antar suami istri, kerabat dan orang sekitarnya.
Rasululloh pun mengamini 3 kali”
Bibir ini tak sanggup berucap
Walau hati bilang beribu kali
Walau ingin dirinya mengerti

Tak bisa biarkan diam seperti ini…
Maka biar jiwa ini yang pergi..
Mungkin tak kan ada aku lagi

Semoga bahagia kau di sana..
Lindungi dirinya...
Berilah berkah Ramadhan seluas-luasnya untuknya
Undang hatinya,,
Hanya Engkau yang bisa menentramkannya, memeluknya
Mohon angkat derajadnya hingga ia bisa wujudkan angan dan mimpi

Agar tak ada sakit lagi..
Hanya senyum yang tersaji

Amiin

20100809

Lunglai, Lalai, Lebay


Lelah belum saja menggenapi langkah kaki rasa keju....
kalahkan sensasi unik jajanan “pohong keju”
Melotot mata saat terduduk diam
Berantakan sprei kasur tempat berebahan

Melupakan sesuatu
Leher tercekat pekik melirih
Tak mungkin gantikan dengan air kran
Ludah dalam lidah habis tertelan
Mungkin setelah ini
…mati.....

Jiwa berontak gedorkan gerbang
Teriakan bagai sangkakala perang
Paksa tuk bukakan

“Bu Dafaaaaaaaa……….beliiii aqua galonnyaaaaaaaa donk” 

 Gambar: minjem mbah google


langkah



                                    Gambar: jepretan saya
                                                                                                               -bertemu pohon di jalan setapak kampus-

Mencoba bersahabat dengan redup
Setelah itu gelap
Merangkak ke atas
Hanya dengan 2 pijakan
Kesendirian dan kepastian
………….terima kasih raga alam merengkuh sukmaku....

Mata, Hati, Telinga


Satu cerita
Tentang manusia
Coba tuk memahami
Arti cinta

Benarkah cinta
Di atas segalanya..
Hanyakah itu… satu-satunya.. 
Yang menjadi alasan untuk menutup mata..
Tak melihat dunia… yang sesungguhnya

Dan menjadi jawaban
Atas semua Tanya
Yang kita harap mampu mewujudkan sebuah akhir bahagia

Buka mata..hati,telinga
Sesungguhnya
Masih ada yang lebih penting
Dari sekedar kata cinta..
Yang kau inginkan
Tak selalu, yang kau butuhkan

20100730

Mata, Hati, Telinga

 
Pagi ini mataku terbuka lagi...

Terima kasih untuk tidur semalam yang nyaman,,,,,
terima kasih untuk tempat tidur,bantal, guling, pengantar mimpi indahku
terima kasih untuk curhatan seseorang yang menggetarkan hati...
terima kasih untuk kebersamaan yang indah dan semua gelak tawa kemarin..
terima kasih juga untuk nasi cap cay semalam..

terima kasih untuk pagi penuh cinta ini....
terima kasih untuk semua benda2 di sekitarku yang membantuku..
terima kasih untuk orang-orang di sekitarku....
terima kasih untuk air putih dan crackers yang bisa mengganjal perutku :)
terima kasih untuk udara, sinar matahari dan grafitasi bumi yang makin yummi...

terima kasih..
terima kasih..

20100729

Bagian Bilik Jantung yang Hilang

video


Kangen....
bagian bilik jantungku yang menghilang...
hanya bisa kupandang lagi video usang ini......

-Dia Itu Aku-

Siapapun tidak akan tahu ke mana dia akan pergi..
Bersama siapa…
Kenapa...
Naik apa
Karena dia sendiri pun tak tahu.

16.00 WIB di sore yang cerah. Tiba-tiba kegelisahan menyapanya tuk segera ajak pulang kembali ke kota Dingin. Padahal, paginya...dia baru tiba di kota panas itu. 
Dia mencintai kesendirian,,,tapi tidak untuk hari itu.

5 pesan singkat sudah terkirim dan tak kunjung tiba balasan dinanti yang datang..
Wajahnya makin memucat pasi.
”Ah andai saja aku di sana,aku akan menenangkannya” pikiran seorang pacar seperti itu ternyata hanya angan-angan.
Tak ada, dan ia pun tak tahu siapa nantinya yang akan menemani.

Dimulailah perjalanan tanpa arahnya 10 menit kemudian.
Sedikit agak tenang setelah dia duduk di dalam angkutan.
Aaaahh lihat..!! Dia menikmati jalan yang panjang itu seperti menikmati sajian makanan favoritnya.

Waktu belum menghentikan langkahnya menuju bis tujuan kota Dingin. Dia pun tak tahu mau ke mana setelah tiba di kota itu. Duduk di sebelah pria tampan ternyata tak cukup menggodanya.

Hummm udara kota Dingin yang dingin sudah menyapa. Segera ia turun dari bis dan diam sejenak di pinggir. Langkah kakinya tergerak menuju bis yang lain. Tujuan kota panas..

Apa? Dia kembali lagi?
Malam tak menyurutkan langkahnya...
Setiba di kota panas, dia pun kembali melangkahkan kakinya menuju bis tujuan kota Dingin. Gila...dia gila...
Wajahnya yang makin pucat lelah,,,,matanya memerah ajak tuk rebahkan jiwa. Lelah ....

Kudekati......kutanya ia dalam hati.
”Hai,,,,mau ke mana kau sebenarnya?” sapaku padanya dengan sebuah pertanyaan
”Aku tak mau sendiri...” jawabnya sambil menggelengkan kepala.
”lalu, setiba di kota dingin nanti, kau mau kembali ke kota panas lagi?” kutanya lagi
”umm...entah, aku lelah....aku lelah,,,sepertinya,aku pulang saja” jawabnya sambil menatap ke luar jendela.

Aahhh entah apa yang ada dipikirannya....Tapi setidaknya aku bisa merasakan kesepiannya..
Ketakutannya.....
Dan keinginannya....
Karena..

Dia itu Aku........

20100718

Pasukan Psikopat Mini


Bukan termasuk salah satu episode lanjutan serial TV berseri anak-anak "Sailor Moon", tapi mirip pertempuran para prajurit cantik sailor melawan monster jahat. ;p

 


                                                             VS         
Di suatu pagi yang gelap,,,,(coz settingnya di dalam kamar kos ;p)
sayup terdengar suara & jeritan yang mencekam..
sayup itu berubah menjadi lolongan,,,hingga membangunkan seorang putri dari ngorock dan ngilernya.

ya,,,suara itu membangunkanku dari tidur panjang,,
Paanjaaaaaang dan lama dari jam  5 pagi sampai jam 9 pagi. Itulah choki-choki..ups, bukan, itulah tidur ku :D
Semacam penyiksaan…
Ya sayup seperti penyiksaan

Astagaaaaaa!! Kemalingaaaaan??
(bukan,,,! ck lalu apa?)

Huff masih dalam posisi mlungker dan mata merem, ternyata otakku mau aja bekerja.

Semacam kecepit bin terjepit??
 Astagaaaaaaaaaaa!!! Apa yang kejepit?
(ck,,bukan,bukan…apa ya)

Hummm suaranya makin melengking keras.
Semacam kesakitan, meronta, dan minta pertolongan…

Astagaaaaaaa!!
(hum nggak bilang tolong sih, tapi mengeong)

Miaww....miaaww..meoong meong
Miaww....miaaww..meoong meong
Miaww....miaaww..meoong meong


Astagaaaaaaaaaa!!!! kucing kecil....ya pasti kucing kecil!!
Haduuuh diapakan dan siapa yang mengapakan yak kok tega amat.
Biar yakin itu bukan mimpi, aku segera bangun.
(eh, tapi bukan juga karna sok mau jadi pahlawan sih…habisnyaaa udah ngerasa molelel alias asin banget habis acting ngorock dan ngiler sepagian(jiakaka masih bilang acting lagi :D))

Yup, badanku yang semula layu sudah bisa tegak berdiri, segera saja kujalankan ritual bangun tidur, apa itu? bercermin ;p  Senangnya melihat wajah polos dan kencang disaat bangun   tidur…
Weiiikkss…kok malah keasyikan bercermin,, ayoooooo buruan cuci mukaaaaa…segera kita selamatkan klien kita.

Hum, suara eongan kucing kecil masih saja terdengar ditelinga tanpa antingku setelah cuci muka. Sambil mematikan lampu luar, kutengok ke luar gerbang..

Jiahh..yaelaaaaaaahh itukan si pasukan psikopat mini yang mang doyan menyiksa kucing dan sebangsanya. Iya mereka musuh bebuyutanku, karena sudah lebih dari 3 kali aku melihat sendiri mereka suka “mengewer-ewer” kucing dengan tidak semestinya.
Yap hari ini,,malah diulangi lagi, dah tahu kucingnya masih anakan, diewer-ewer dan ditarik—tarik pula badannya.

Masak 2 kaki yang depan, satunya ditarik ke kanan, satunya ke kiri…
Dan teman lainnya menarik 2 kaki belakangnya dan di”petentengkan” dengan nggak senonoh. Huuuhhh pasukan psikopat mini mang menghendaki jadi santapan pagiku.

Segera saja kucegah mereka dengan teriakan pasukan sailormoon yang khas itu, bedanya nggak teriak “Dengan kekuatan bulan, akan menghukummu” sih, tapi dengan “hei,,,,itu kucing masih kecil, jangan dibegitukan donk, kasihan tauuuuuu”. “ayo lepasin, kucing kecil gitu kok malah dikerjain”. “Lepasin!! Kasihan kan”

Hum langsung deh pasukan psikopat mini itu berunding dengan teman sekelompoknya.
"He..he... mbak'e ngamuk rek...mbak'e ngamuk"
“diculno a ewes kucinge…diseneni ngko”
Sambil menyaksikan mereka bergumam, aku pelototin aja tuh mereka sampai pergi ninggalin kucing kecil yang udah sempet jadi korban”pengewer-eweran" mereka.

Untitle Saja


                                                                                              Gambar: jepretan saya - sebuah beton
                                                                                                        yg menyapa saya di jalan


Kenapa saya harus terbuka??
Bukankah manusia dilahirkan dengan beragamnya sifat dan rasa?
Ada yang kaya ada yang miskin
Ada yang hitam ada yang putih
Ada yang besar ada yang kecil
Ada yang kuat ada yang lemah
Ada yang berseberang beda, ada yang melekat sama
Dan ada yang tertutup ada yang terbuka

Mengapa kamu dan kalian paksa saya ?

Saya satu diantaranya..
Saya tidak pernah makan apa, siapa, dan bagaimana…
Kalaupun hanya ada itu di meja....rela kelaparan

Hummm andai saja kalian cumbu saya..... raba saya
Tanpa sepatah katapun saya akan terbuka...
Saya buka ..:)
 

(hihi..kok jadi agak mesum belakangnya..udahan ahh)

-R-

20100717

Anggrek Wangi


Your time is up,,,,,
Gambar: jepretan saya - 
bunga anggrek wangi dari seorang teman

20100705

Blur Today

                                                   Gambar : jepretan saya -
                                                         Halaman depan Lab kampus

 .......dan daun pun sudah  menggapai silaunya..
lalu mau diapakan?
Mau kau bawa ke mana?

'Kata Selamat' (nggak jelas, nggak penting >_<)


"cewek siih...makanya dosen-dosen lunak"
"cewek siih,,makanya dosen-dosen sungkan..kalau ke cowok tu mbak, ga mungkin dikasih ampun"
"kalau sama mahasiswa cewek, dosen bakal enak ngomongnya mbak"
"Mbak beruntung dibimbing pak X...makanya ujiannya gampang"


hehe yups, itu hanya beberapa kalimat..
tepatnya beberapa contoh kalimat yang sudah hampir setahun belakangan ini selalu mengalun di telinga saya.
Humm sedang gemar iseng-iseng berhadiah nih, hitung-hitung..sekedar ambil contoh masalah perkuliahan saja. ;p 

Bosan? Iya..
tapi nikmat..sedikitnya saya sedang menyamar menjadi seorang psikopat menikmati aura kekalahan mereka.

Tentang cewek/ perempuan/ wanita..
tentang cowok/ laki-laki/ pria...
Bukan!!! saya tidak sedang membicarakan gender..
tepatnya membicarakan orang yang sekedar cari 'kata selamat' dalam hidupnya.
Hanya mencari sisi 'keberuntungan pada seseorang' seolah terkecuali dia adalah pungguk yang mendapatkan bulan :)

JEngah? Tidak
Benci? Tidak

saya justru senang, ternyata fakta berbicara, tanpa sadar manusia senang mencari 'kata selamat' dalam hidupnya.
Termasuk saya? Ya..tentu saja
Seperti sekarang, saya sedang membuat sekedar 'kata selamat' penentram jiwa saya.
Tapi saya tidak menjadikan semua orang sebagai pungguk yang dapat bulan. Toh sah-sah saja....basicnya, seperti itulah manusia.
oh, bukan...itulah sebagian manusia. (hehe begitu mungkin lebih tepatnya, maklum baru 0,1 % saya makan asam garam dunia)
keberhasilan, hasil menjadi pungguk??
Mau?? Mau?? Mau?? 

Hoooh kalau dibayangkan, menderita sekali hidup dengan mencari 'kata selamat' ditiap waktunya. 
Sirik pada keberuntungan seseorang.
Bersyukur saja atas apa yang sudah kita dapat, maka keberuntungan dan keberhasilan bakal mendatangi kita.

Berhasil tu yang kayak gimana ya?? hummm keep berusaha dan berdoa aja deh ;p

20100702

                                     Gambar : Jepretan saya - 
                                              Penangkal petir di atap tetangga
       

empat penangkal petir itu, berdiri sama tinggi...
sama runcing...
menunggu tersambar petir...
tanpa ada yang egois  mendahului.....
bisakah manusia seperti itu??
Manusia masih punya nafsu

Kemarin, Hari ini, Esok


Biarkan petang ini aku menjadi saya (untuk yang kesekian kalinya)…

Kemarin, Hari ini, Esok

Kemarin saya menangis,,,

Hari ini…..mati rasa
tapi masi bisa merasakan kelezatan resoles hari ini.
Lagi-lagi saya di sini, menyendiri di sudut belakang ruangan, hanya 2 neon dari 10 neon yang menyala.
Saya duduk, terperanjat…mengingat apa yang baru saya lakukan.
Saya lelah, tapi tak ingin hari ini sia-sia…
Saya ragu…saya takut..
AC membuat saya kedinginan
Ingin memeluk seseorang, tapi nan jauh di sana
Ingin terlelap, bantal guling kesayangan di kostan
Ingin sekedar bersandar, hanya ada tiang
Ingin bicara…tapi semua diam

Kembali saya terbangun dari impian, saya tersenyum pada sekitar, alat-alat berat yang selalu berkawan……..saya tersenyum dan benar-benar melegakan
Mereka sahabat terindah

Saya bersyukur. Keyakinan dan keinginan saya menghanguskan rasa sebelumnya
HIngga ada keajaiban yang benar tak masuk di akal……tapi kenyataan.
Terima kasih Tuhan
Hari ini pun, saya kembali menangis…karena seseorang menangisi saya. Saya terharu

Dan esok…saya hanya mau melukisnya dengan mimpi dan keyakinan
Hanya usaha dan doa.
Bergerak juga tangisan
Menangis karena bahagia dan tertawa