20110531

- Angin -

Aku dengan bebasnya merasakan mereka..

Berbagai ekspresi yang terlahir di dunia..kerutan kesedihan, kernyit kesakitan, semerbak senyum, dan sentuhan lelah habiskan hari dengan hal penting maupun penting judulnya saja.

Hei kamu...kalau bisa menangis, kenapa harus kau tahan..
kalau bisa teriak kenapa harus diam..
kalau bisa jujur kenapa harus berbohong...
kalau bisa mengendalikan kenapa harus marah..

Aku ini hidup.. tapi tak bertempat tinggal
di satu tempat...
Aku hanya bisa berharap. semoga kehadiranku bisa menenangkan batin yang gusar...
menyejukkan jiwa yang gerah...
menghangatkan raga yang dingin...
dan menemani mata lelah tuk istirahatkan angan..

Jangan genggam aku karena aku bukan milik siapapun..

20110521

Jakarta Jahat...Tapi Monas ''enggak'


                                                                             Gambar:  culik dari om google trus editan dewe

Gitu sih kesan pertama kali menyusuri jalan di kota Jakarta.. metropolitan nan puanaaaaaaass penuh sesak..

sudah 2 bulan nangkring di seputaran ibu kota... semoga lambat laun pandanganku berubah.

Tiba jam 10 pagi di minggu ke-dua bulan maret harus langsung menyapa cikarang yang memaksaku berliku-liku di jalanan kota jakarta,,
siang itu kondisi badanku kurang vit.. diantar ayahku sayang yang yummi dan seorang mbak saudara :D menempuh jalur d-23 pondok cabe-pondok labu, 610 metromini ke blok M, dilanjut bus AO lippo cikarang..

huuuuffffttt sebeeeeeelll jalanan macet...
metromini kebut2an... papaku sampe hampir ketinggalan..huaaaaa papaaaaa...baru mijakin satu kaki,, udah main nge-gas aja sopirnya..
"oe..belum naik tau,," teriakku ke sopirnya
"klo ga brenti, aku turun nih" lanjutku diikuti mbak saudaraku ke sopir n kernetnya...
sontrak mereka langsung berhenti lagi dan menunggu my papa sayang yummi naik ke metromini itu.

Duduk berdempetan diguyur keringat bikin badanku menjadi mendingan dari sebelumnya dan melabuhkan anganku..
akankah aku berhasil di sini nanti.. diperbudak atau memperbudak aku nantinya..

JAKARTA JAHAAAAAAAAAAAAAAAATTT... sebeeeeell... tapi MONAS ENGGAAAAAK :p

* gitu sih.. soalnya aku dah ke MOnas jyuga :P

20110220

Menu baru "Scramble Teriyaki Fiksi"

yuhuuuuuuuuuuu  edisi baru, menu baru di  YUMIINYA RESOLES PETIR 
just simple snack…..curly and delicious...



uniknya taste dalam isi...
potongan toping keju mozarela cerita berkelanjutan..
potongan beef karakter berbeda-beda..
irisan bombay dan siraman chili sausage berubah-ubah..
panggangan keberanian dalam berkata..

Doa >< Berpolitisi

Mentariku selalu datang terlambat…
Apa Tuhan tak ingin biarkanku bahagia?
Kalau tidak..
Kenapa aku diberi rasa mengeluh..
Dan mendung di batinku..

Padahal sudah berdoa,
Aku juga sudah berusaha…
Yang kuingin tak datang juga..

Pernah nggak sih merasa seperti itu?
Pasti pernah bukan? Saya aja..sedang merasa-merasanya seperti itu..

Kurang rasa syukur? Mungkin…
Terlalu focus pada hal yang tidak kita miliki? Bisa juga…
Atau malah karena ‘nol’ nya rasa syukur dan nggak mau berusaha? Ya itu pasti..

Rasanya beberapa hal itu memang bikin apa yang kita inginkan nggak akan tercapai..

Ghehe kemarin sempat ngobrol-ngobrol dengan seseorang…yaa.. sharing dengan sesama orang sumpek yang Alhamdulillah nya malah bisa buka pikiran kita masing2…

Banyak faktor sih emang yang bisa membuat keinginan kita terwujud. Usaya, Doa, positif thinking, dsb.

Nah, kalau ngomongin doa nih.. rasanya kebanyakan dari kita, dengan doa yang khusyuk sampai nangis2 tuh ngerasa kalau doanya sudah sampai gitu, I mean : sudah cukup.. tapi coba kita tengok  cerita  contoh doa  dari beberapa orang berikut:

Orang ke 1: Ya Allah, tolong jadikanlah aku sebagai pemenang undian mobil tersebut, kalau menang nanti,sebagian  akan aku sumbangkan uangnya ke panti asuhan, untuk menaik hajikan orang tuaku, dsb..

Orang ke 2 : ya Allah, tolong hambamu ini ya Allah… hamba sedang kekurangan.. jadi.. menangkanlah hamba dalam undian mobil tersebut ya Allah, untuk menutup kekurangan kami..

Hihihi sepertinya dan ternyata mah..itu doa berpolitisi yak :D

Kalau doa..

Orang ke 3:  Ya Allah, jika hambamu ini tidak memenangkan undian mobil tersebut, hamba tidak akan mendapat apa-apa… maka itu Ya Allah.. temani hamba dalam kekecewaan itu hingga tidak berbuat hal yang bodoh/ melanggar laranganMu Ya Allah..

dan ternyata, yang dikabulkan adalah doa orang ketiga, kenapa ya?

Mana ya yang nilainya lebih tinggi  :D

20101109

Klise Pagi

Lelaki itu sudah tak pernah mencium kening ibuku ketika berangkat ke kantor…
Menyambut tangan anak perempuan pertamanya dan begitu saja.
Kenapa?
Geregetan aku melihatnya. Jahat amat…
Tidak pikirkan perasaan ibu saya ya?

(Eh,aku masih punya kata-kata magic rupanya…)

Menghentikan langkahnya, lelaki itu kembali dan meraih tangan serta kening istrinya.
Cup…. Auw ciuman mesra mendarat dari bibirnya.
Nah, begitu donk, semoga sebentar kehadiran saya bisa jadi pengantar mereka membiasakan kejadian indah pagi ini kembali.


20101107

MERAPI & TSUNAMI (ketika yang terjadi memang harus terjadi)


MERAPI & TSUNAMI
(ketika yang terjadi memang harus terjadi)


                                                                                  gambar: minjem mbah google

Pertama aku kira iklan film baru, tampilan eksotis wajah bertopeng kelabu sebagai simbol korban merapi.

Ya Allah ya Rabb.....ya Rahman Ya rahim....
Ternyata itu nyata.
Ketika yang terjadi memang harus terjadi.
Wajah-wajah tua, kerutan yang terseka air mata, ketakukannya, perihnya, sakitnya…
Kau ciptakan dari apa Ya Tuhan, hati mereka?
Hingga kuat menghadapi kuasamu melalui amarah bumi.
Dan ketika pijakan kakiku melangkah, bahkan tuk menatap saja aku tak kuasa, ingin kuulurkan tangan ini biar redakan bebannya.

**

20101029

" 687000,521 "



 
Dan pada akhirnya aku pun bingung membelanjakan gaji pertama selama 10 hari.
Kalau dihitung-hitung…sedikit sih
,,,kalau dibayangkan, sebanyak itu juga nggak akan aku dapatkan kalau diam saja.

AAArrgghh, sudah..bukan waktunya kembali jadi gadis yang tak pandai bersyukur. Yang penting bagaimana ya mempersembahkan gaji pertamaku dengan indah:)

Pusing Bingung Strees.!!
Dari planning beli baju buat pa, ma, kak, sekedar traktir …sampai mau nekat ambil pembantu buat bantuin mama di rumah.

:'( Sebenernya..
Frankly speaking…
Bin honestly…
Pengennya kasih amplopan buat mamooo, apa lagi kata om ku yang suka nagkring di GENTENG, wanita itu paling suka diberi yang seperti itu..hyahaaa
Gimana –gimana juga yummiiiiii banget aku ngebayanginnya:)

Kata ”TEGAR” sama dengan RAPUH (untuk saya)

                                                                                                 Gambar: jepretan sendiri
                                                                                                                                                "selonjoran kaki yang lelah"
 

Cuma wanita biasa…

yang akan terus pulang malam menapakkan kaki beralas sepatu kelabu di aspal jalan raya…
Berteman dengan kelam dan dipeluk udara.
Nyaman…. Terkadang ditemani suara sang bunda dari kejauhan yang kan beranjak tidur setelah mendengar kabar kepulangan anaknya.
Hingga sampai di kamar 3 x 4 nanti, siapkan hati dan pikiran tuk songsong esok hari yang sendiri.

Dan ketika kata TEGAR itu menyapa lagi….
Saya selalu menoleh pada lelaki saya, diri saya, dan sepasang orang tua nan jauh di sana..
Sebenarnya untuk apa yang sudah saya lakukan selama ini?

Tapi kenapa tetap bersemayam pada ketegaran ini?
Kenapa masih mau menyandang kuatnya hati seperti ini?
Jangan berkata TEGAR lagi

20100826

Menjadi Tua

                                                                                            Gambar : pinjem mbah google

Kegiatan saya di tiap pagi yang akhir- akhir ini selalu diawali dengan menunggu angkot di waktu layar hp tertulis angka 6, selalu membuat hati dan rasa jadi haru.
Dalam perjalanan menuju tempat di mana saya dituntut menjadi pribadi yang lain ini terasa berharga.
Selalu bertemu dengan orang yang berbeda dan berbagai ekspresi,,,,,memang menyenangkan.

Ada yang menggunakan kostum tidak selaras dari ujung rambut hingga ujung kakinya, membawa tampah berisi sayuran (hum sepertinya beliau dari pasar dengan istilah ’kulakan’ yang nantinya akan dijual di rumahnya).
Ada yang sekedar memakai daster, tertatih membawa buntalan kresek yang amat sangat besar dan membawa payung. Ada yang membawa pikulan sekeranjang buah semangka.
Ada yang memakai batik, hendak pergi ke kantor/ ke Taspen. Ada yang tampak sekedar jalan-jalan.
Yang hampir semuanya di dalam angkutan itu berusia lebih tua dari pada saya, mungkin sepadan dengan orang tua saya...bahkan lebih.

Lalu, di mana anaknya?
Di mana saudaranya?
Mengapa mereka membiarkan para orang tua tersebut berpergian sendiri?
Naik angkutan, tergopoh-gopoh dan nampak keberatan membawa barang bawaan..

Tertatih-tatih saat hendak melangkahkan kaki memasuki dan keluar angkutan.
Kemana mereka? Anak-anaknya...
Ataukah memang para orang tua tersebut merupakan beberapa diantara yang bertipe tidak suka merepotkan orang lain?
Semua manusia nantinya akan menjadi tua, seperti mereka, seperti ayah saya yang pada jam-jam sekarang sedang bersiap untuk pergi ke kantor dan ibu saya yang sekarang sedang di rumah.
Ya,, nantinya akan menjadi seperti mereka juga..

Termasuk saya..kita...kalian....
Yang saat ini masih dengan tegaknya berdiri dan dengan kencangnya menebar senyum penuh pesona.

Tua yang bagaimana nantinya?
Mungkin tak jauh beda dengan perlakuan kita pada orang tua kita saat ini.